Kajian Info

Desember 5, 2008

Afwan untuk  info kajian  yang lebih upddate  antum bisa kunjungi blog  dibawah ini

http://ngajibatam.wordpress.com

Daurah Ustad Amzad Shihab, MA dari Medan

November 30, 2007

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,

 Lajnah Dauroh Islam Ilmiyyah Yayasan Islam Al-Kahfi Batam Insya Alloh akan mengadakan:

>>Kajian Islam Ilmiyyah<<

Nara Sumber: Ustad Amzad Shihab, MA dari Medan

DiMasjid Sabiilun Najaati,MKGR Batu Aji

          Jum’at (Malam Sabtu) , 30 November  2007

Jam 20.00 ~ selesai

Dan

Ahad Pagi , 2 Desember 2007

Jam 10 pagi ~selesai

 Wassalamu alaikum warahmatullahi wabarokatuh

Informasi lebih lanjut silahkan hubungi,

Deddy/Abu Adam(08163686829), Agus (081536041923)

 

Power Grid update

November 28, 2007

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu

Dapat harga pasti dari Richardson Electronics Singapore (http://www.rell.com), RF tube YU148 atau 3CX6000A7 adalah US$ 1,675 (EIMAC Tube)

Sampai saat ini telah terkumpul komitmen infak sebesar Rp. 5 juta (US$ 543)

Kemarin telah kita upayakan untuk sedikit menaikan RF power dengan mengganti Dielectric sheet untuk Loading Capacitor dan melapisi critical part dengan Pure Silver untuk mengurangi excessive heat dan menaikkan efficiency RF power. Hal ini kita lakukan mengingat sdh banyak sms dan telepon yang melaporkan kesulitan menerima siaran Hang FM yang memang tinggal 25% dari biasanya.

Alhamdulillah pagi ini Pulau Petong sdh dapat kembali mendengarkan siaran Radio Hang, pls see attached.r-jangkauanradio.jpg

Semoga Alloh Azza Wa Jalla memberikan pertolongannya, Laa Haula Wala Quwwata Illa Billah

Allahu Musta’an

Demikian update dari kami

Baarakallahu fiikum,

N Technical Support Hang FM

Berita Duka

November 26, 2007

Innalillahi wa inna illaihi Raajiun,

Seakan tak percaya mendengar kabar pagi tadi,al-Ustadz Armen Halim Naro telah wafat. Serasa baru kemarin,kami yang di Batam bersama beliau mengikuti daurah beliau di masjid Sabilun Najajti, Nurul Islam dan perum.barelang Sakinah.

Bahkan Informasi daurah masih ada disini, Allahumaghfirlahu warhamhu wa afihi wa’fuanhu


Berikut dari Abu Salma

BERITA DUKA

إنا لله وإنا إليه راجعوان

Pada hari ini, Senin 16 Dzulqo’dah 1428 bertepatan dengan 26 November 2007 pukul 11.03, seorang al-Akh telah mengirimkan berita duka kepada saya, bahwa guru kami yang tercinta, al-Ustadz Armen Halim Naro dari Riau – Pekan Baru, telah wafat meninggal dunia.

ستبدي لك الأيام ما كنت جاهلا ويأتيك بالأنباء من لم تزود

Waktu akan menampakkan apa yang tidak kamu ketahui

Dan datang memberimu berita tentang apa yang tak kamu ketahui

 

Sungguh berita ini mengagetkan dan menyesakkan dada kami. Seorang ustadz yang kami kenal tidak pernah lelah di dalam berdakwah. Yang senantiasa mengajarkan dan menyebarkan ilmu beliau, siang dan malam. Akhirnya beliau meninggalkan kita semua. Rasūlullâh Shallâllâhu ‘alaihi wa Sallam bersabda :

 

إِنَّ اللَّهَ لَا يَقْبِضُ الْعِلْمَ انْتِزَاعًا يَنْتَزِعُهُ مِنْ الْعِبَادِ وَلَكِنْ يَقْبِضُ الْعِلْمَ بِقَبْضِ الْعُلَمَاءِ

Sesungguhnya Allôh tidaklah mencabut ilmu itu dengan cara mencabutnya dari hamba-hamba-Nya secara sekaligus, namun Allôh mencabut ilmu dari dengan cara mewafatkan orang-orang yang berilmu.” (HR al-Bukhârî)

 

Aduhai, siapakah yang dapat menghindari kematian? Tua, muda, miskin, kaya, shâlih, fâjir, muslim, kâfir semuanya akan mati. Sungguh benar Allôh yang berfirman :

 

نَحْنُ قَدَّرْنَا بَيْنَكُمُ الْمَوْتَ وَمَا نَحْنُ بِمَسْبُوقِينَ

Kami telah menentukan kematian di antara kamu dan Kami sekali-sekali tidak akan dapat dikalahkan (QS al-Wâqi’ah : 60)

 

Dan Maha benar Ia yang menfirmankan :

أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكُكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَةٍ

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh (QS an-Nisâ` : 78)

 

Innâ Lillâhi wa Inna Ilayhi Râji’ūn. Tiba-tiba air mata ini menetes, dan rasa takut pun mulai menyeruak, masuk ke dalam sanubari. Dada ini bergemuruh, tubuh rasanya bergetar… aduhai, siapakah yang dapat lari dari al-Maut?!

 

قُلْ إِنَّ الْمَوْتَ الَّذِي تَفِرُّونَ مِنْهُ فَإِنَّهُ مُلَاقِيكُمْ ثُمَّ تُرَدُّونَ إِلَى عَالِمِ الْغَيْبِ وَالشَّهَادَةِ فَيُنَبِّئُكُمْ بِمَا كُنْتُمْ تَعْمَلُونَ

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, Maka Sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, Kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan” (QS al-Jumū’ah : 8)

 

شكوت وما الشكوى لمثل عادة ولكن نقيض الكأس عند امتلائها

Aku mengadu padahal tidak biasanya aku mengadu

Tetapi bagaimana lagi, gelas meluap karena telah penuh

 

 

 

Siapakah al-Ustadz Armen Halim Naro?

Mungkin yang layak menuliskan hal ini adalah sahabat terdekat beliau, atau mungkin murid beliau yang mengenal beliau dengan baik. Adapun saya… saya tidak begitu mengenal beliau dengan baik. Perjumpaan saya dengan beliau hanyalah pada kegiatan-kegiatan Daurah dan kajian saja, itupun sangat jarang. Namun, saya orang yang tidak asing dengan tulisan-tulisan dan ceramah-ceramah beliau yang bermanfaat. Baik yang berserakan di majalah, baik majalah as-Sunnah, al-Furqan, al-Mawaddah ataupun lainnya…

Saya bertemu beliau pertama kalinya, tepatnya sekitar 5 tahun yang lalu. Saya ketika itu menjadi panitia di acara “Dauroh asy-Syar’îyah fî Masâ`ilil ‘Aqodîyah wal Manhajîyah” yang pertama. Acara ini dilangsungkan di Masjid al-Irsyad Surabaya. Ketika itu, saya mendapatkan tugas untuk menjemput seorang ustadz salafî dari Malaysia, yaitu al-Ustâdz Rasūl Dahri. Dan yang menemani saya menjemput pada saat itu adalah al-Ustadz Armen rahimahullâh, kita pergi berdua ke Bandara Juanda.

Tidak banyak yang saya kenal dari sosok al-Ustadz, melainkan hanya akhlaq beliau yang baik, sikap beliau yang ramah, ucapan beliau yang manis dan ilmu beliau yang –mâsya Allôh-. Saya mengenal beliau sebagai seorang ustadz yang tidak kenal lelah di dalam dakwah, mengisi kajian, menulis dan mengajar. Sungguh, diantara tulisan beliau yang paling menyentuh saya, adalah buku beliau yang berjudul “Untuk Yang Berjiwa Hanif”. Subhanallâh, sungguh di dalamnya sarat dengan faidah dan manfaat. Penuh dengan ilmu dan hikmah yang mengalir. Semoga Allôh menjadikannya sebagai bekal beliau di alam kubur.

Ya Allôh, ampunilah dosa-dosa beliau dan dosa-dosa kami. Jadikanlah amal-amal yang telah beliau lakukan adalah amal yang shâlih, amal yang hanya mengharap wajah-Mu semata, maka terimalah segala amal baik beliau, wahai Dzât yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang, wahai Dzât yang Maha Melihat lagi Maha mendengar. Ya Allôh, rahmatilah beliau, lapangkanlah kuburnya, terangilah makamnya, dan jauhkan beliau dari siksa-Mu, karena sesungguhnya siksamu amat pedih. Ya Allôh, himpunlah beliau bersama hamba-hamba-Mu yang shâlih, para shiddîqîn, syuhadâ’ dan para anbiyâ`, dan jadikanlah surga-Mu yang penuh dengan kenikmatan adalah tempat terakhir beliau. Amîn yâ Robbal ‘Ậlamîn…

 

Malang, 16 Dzulqo’dah 1428

Bertepatan dengan 26 November 2007

Abū Salmâ al-Atsarî

Afallôhu

‘anhu wa ‘an Wâlidayhi

 =======================================

 As-Salaamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuthu,

Innalillaahi wa inna ilaihi rooji’uun.

Sekedar menambahkan:

Ustadz Armen Halim Naro LC meninngal pada umur 32 tahun dgn beberapa kali telah menerbitkan karyanya karangan buku2 tipis (belum terlalu banyak krn kesibukan beliau dalam mengisi ta’lim di berbagai daerah di Indonesia).

Pada umur Beliau ini, Beliau sudah menjadi salah satu ustadz kibar di Indonesia.

Di kalangan ikhwan Riau, Belaiu dikenal seorang Ustadz yg ahli dalam melembutkan hati.

Di kalangan masyarakat umum Riau, nama beliau menjadi icon kualitas dan menarik-tidaknya suatu dauroh / ta’lim.

Beliau telah mendirikan dan membina yayasan An Nadwah yg rutin menerbitkan buletin ilmiah, Beliau juga sedang menangani pembangunan Islamic Center di Riau.

Beliau wafat dengan meninggalkan seorang istri dan 3 orang anak, yg terkecil berumur 2 tahun.

Sungguh keberadaan Beliau sangat kami harapkan dan kepergiannya membuat hati kami gamang dan begitu terasa tercabutnya sebagian ilmu di bumi Riau ini pada saat penjaganya telah diwafatkan oleh-Nya.

Semoga Allah Ta’aalaa menyayangi dan mengampuni Beliau dan menerima segala amal sholeh Beliau yg berkahnya insya Allah telah dan sedang kami rasakan saat ini.

Ahmad Zainur Rahman

Pangkalan Kerinci, RIAU

 

 

Evaluasi KPID lancar

November 26, 2007

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu, revaluasihang.jpg

Alhamdulillah Evaluasi Dengar Pendapat KPID berlangsung dengan baik. Insya Alloh Ta’ala kita optimis utk mendapatkan izin resmi radio siaran swasta. Terima kasih atas dukungan moril dan materiil kepada seluruh kaum muslimin.

Kedepannya ini merupakan langkah awal Radio Hang untuk semakin professional dan mandiri dalam segala bidang.

Baarakallahu fiikum
A.N Team Hang FM

JADILAH SEPERTI LENTERA!

November 21, 2007

JADILAH SEPERTI LENTERA!

lentera.jpg

Oleh Ustadz Armen Halim Naro, Lc.

Orang yang merasakan manisnya hidayahnya dan lezatnya iman ialah orang yang punya motivasi dalam hidup dan bertabiat tidak pernah puas pada sesuatu, ia tidak akan puas kalau dirinya saja yang merengkuh kenikmatan dan merasakan kebahgiaan. Baca entri selengkapnya »

RF Power Grid Drop

November 21, 2007

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuhu,

Setelah dipergunakan selama hampir 1,5 tahun (8000 – 10,000 hours), maka RF power Grid YU148 yang terpasang di Transmitter Hang FM telah

Berkurang daya emisinya sehingga saat ini hanya mampu untuk menghasilkan RF output sekitar 25% saja (2000 watt dari biasanya 7500 watts) sehingga sangat mempengaruhi coverage area. Maka sudah saatnya untuk diganti sebelum benar-benar worn out dan transmitter down untuk waktu yang lama sampai mendapatkan kembali YU148 yang tidak setiap saat Ready Stock.
Harga new Eimac YU148 sekitar US$ 1,500 di Singapore

Bagi yang berkenan untuk membantu pembelian RF tube tersebut sila melalui rekening.

NAME : PT RADIO MEDIA HANG BATAM

ACCOUNT NUMBER : 109 00 0638860 7

BANK : BANK MANDIRI

Mohon maaf yg sebesar-besarnya bila tdk berkenan

azakumullahu khoiron katsiro

A.N management Hang FM

Salafi Batam

Program Unggulan Al-quran By Request

November 15, 2007

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakaatuhu,

Mungkin diantara anda ada yg belum pernah mendengarkan salah satu program unggulan Radio Dakwah Sunnah Hang FM yaitu Al-Quran By Request.
Alhamdulillah setelah melakukan upgrade sistem Transmitter dengan total biaya sebesar Rp. 30 juta lebih (Jazakumullahu Khoiron Katsiro atas bantuannya).

Saat ini Radio Hang telah beroperasi 24 jam Non-Stop dengan Output 6500 watt, dengan laporan terakhir bisa diterima di Tanjung Balai Karimun, seputaran pulau Petong ( 1 jam perjalanan laut dari Barelang) daerah Kijang Pulau Bintan, Tanjung Pinang, Pasir Gudang Malaysia, sebagian Singapura, Rangkaian pulau-pulau dari Pulau Rempang sampai Pulau Galang, dan tentunya seluruh daerah di Batam dari Tanjung Uncang sampai Tanjung Sengkuang, dan dari Sekupang sampai Telaga Punggur).
Dan Insha Alloh banyak sekali kaum muslimin yang dapat mengambil manfaat dari dakwah melalui radio ini. Terutama saudara kita yg tinggal di pulau-pulau kecil diseputar kepri yang sangat riskan terhadap perusakan aqidah.

Untuk daerah Johor ke Utara memang agak kesulitan menerima siaran Hang karena ada radio local yg mempunyai frekuensi berdekatan dengan Radio Hang yaitu Radio IKIM di frekuensi 106.3 Mhz. Kami sarankan utk memodifikasi IF filter di FM recievernya supaya dapat mendengarkan Radio Hang di Johor dan sekitarnya.

(Please don’t hesitate to contact us for further info)

Selanjutnya Mangement Hang FM mempersiapkan diri untuk memperoleh Rekomendasi dari KPID Kepri untuk mendapatkan Perizinan Dari KPI Pusat. Kalau tidak keliru tinggal 2 izin siaran yg akan diberikan untuk daerah Batam yang akan diperebutkan oleh lebih dari 10 station radio di Batam.

Semoga Alloh Ta’ala memberikan kemudahan sehingga Radio Islam ini dapat memperoleh rekomendasi tersebut. Dan perlu diketahui telah 3 Radio Non-Muslim yang telah mendapatkan rekomendasi dan belum satupun Radio Islam yg berkomitmen dalam dakwah yang mendapatkannya. Wallahu Musta’an

Bagi yang berkenan untuk membantu biaya operational Hang FM sila melalui rekening.
NAME : PT RADIO MEDIA HANG BATAM

ACCOUNT NUMBER : 109 00 0638860 7

BANK : BANK MANDIRI

Hang FM “LULUS” KPID

November 15, 2007

Alhamdulillah, segala puji hanyalah milik Alloh Ta’ala semata.

Setelah berusaha selama hampir 2 tahun, dengan senang hati kami memberikan kabar gembira bahwa proses verifikasi faktual dan kelengkapan dokumen Radio Hang FM pada tanggal 27 September 2007 oleh KPID dinyatakan “LULUS” untuk selanjutkan masuk ke tahap akhir yaitu RDP (Rapat Dengar Pendapat) dalam sidang Majelis yang terdiri dari perwakilan Legislatif, yudikatif, eksekutif dan tokoh-tokoh masyarakat serta perwakilan lembaga/organisasi lainnya.

RDP ini Insya Alloh akan dilaksanakan pada:

Tanggal : 24 November 2007

Pukul : 09.00 Batam time

Tempat : Eks. Gedung Gubernur Kepri di Sekupang- Batam

Team Hang FM yang akan maju untuk ujian final ini sebanyak 20 orang akan kita tentukan secepatnya.

Untuk itu kami mohon do’a seluruh pendengar Hang FM semoga langkah terakhir kita untuk menjadi RADIO RESMI/LEGAL sehingga wasilah dakwah untuk meninggikan kalimat Tauhid sehingga terberantas kesyirikan dan untuk Menghidupkan Sunnah Rasullullah Shallallahu Alaihi Wassallam sehingga kaum muslimin meninggalkan bid’ah bisa terus kita pertahankan.

Semoga Alloh Ta’ala memberikan kemudahan dan pertolonganNya…Allahu Musta’an
Jazakumullahu khoiron katsiro

A.N management Hang FM

BERINFAQ DI JALAN ALLAH

November 15, 2007

Oleh Syaikh Dr Fadhl Ilahi
Di antara kunci-kunci rizki lain adalah berinfaq di jalan Allah. Pembasahan masalah ini –dengan memohon taufiq dari Allah- akan saya lakukan melalui du poin berikut :

Pertama : Yang Dimaksud Berinfaq
Kedua : Dalil Syar’i Bahwa Berinfaq Di Jalan Allah Adalah Termasuk Kunci-Kunci Rizki.

Pertama : Yang Dimaksud Berinfaq

Di tengah-tengah menafsirkan firman Allah.

“Artinya : Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, niscaya Dia akan menggantinya” [Saba’ : 39]

Syaikh Ibnu Asyur berkata : “Yang dimaksud dengan infaq di sini adalah infaq yang dianjurkan dalam agama. Seperti berinfaq kepada orang-orang fakir dan berinfaq di jalan Allah untuk menolong agama. [Tafsirut Tahrir wa Tanwir, 22/221]

Kedua : Dalil Syar’i Bahwa Berinfaq Di Jalan Allah Adalah Termasuk Kunci Rizki.

Ada beberapa nash dalam Al-Qur’anul karim dan Al-Hadits Asy-Syarif yang menunjukkan bahwa orang yang berinfaq di jalan Allah akan diganti oleh Allah di dunia. Disamping, tentunya apa yang disediakan oleh Allah baginya dari pahala yang besar di akhirat. Di antara dalil-dalil itu adalah sebagai berikut.

[1]. Firman Allah.

“Artinya : Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rizki yang sebaik-baiknya” [Saba’ : 39]

Dalam menafsirkan ayat di atas, Al-Hafizh Ibnu katsir berkata : “Betapapun sedikit apa yang kamu infakkan dari apa yang diperintahkan Allah kepadamu dan apa yang diperbolehkanNya, niscaya Dia akan menggantinya untukmu di dunia, dan di akhirat engkau akan diberi pahala dan ganjaran, sebagaimana yang disebutkan dalam hadits ..” [1]

Imam Ar-Razi berkata, ‘Firman Allah : “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Allah akan menggantinya” adalah realisasi dari sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam : “Tidaklah para hamba berada di pagi hari ….” [Al-Hadits]. Yang demikian itu karena Allah adalah Penguasa, Mahatinggi dan Mahakaya. Maka jika Dia berkata : “Nafkahkanlah dan Aku yang akan menggantinya”, maka itu sama dengan janji yang pasti Ia tepati. Sebagaimana jika Dia berkata : ‘Lemparkalah barangmu ke dalam laut dan Aku menjaminnya”

Maka, barangsiapa berinfak berarti dia telah memenuhi syarat untuk mendapatkan ganti. Sebaliknya, siapa yang tidak berinfak maka hartanya akan lenyap dan dia tidak berhak mendapatkan ganti. Hartanya akan hilang tanpa diganti, artinya lenyap begitu saja.

Yang mengherankan, jika seorang pedagang mengetahui bahwa sebagian dari hartanya akan binasa, ia akan menjualnya dengan cara nasi’ah (pembayaran di belakang), meskipun pembelinya termasuk orang miskin. Lalu ia berkata, hal itu lebih baik daripada pelan-pelan harta itu binasa. Jika ia tidak menjualnya sampai harta itu binasa maka dia akan disalahkan. Dan jika ada orang mampu yang menjamin orang miskin itu, tetapi ia tidak mejualnya (kepada orang tersebut) maka dia disebut orang gila.

Dan sungguh, hampir setiap orang melakukan hal ini, tetapi masing-masing tidak menyadari bahwa hal itu mendekati gila. Sesungguhnya harta kita semuanya pasti akan binasa. Dan menafkahkan kepada keluarga dan anak-anak adalah berarti memberi pinjaman. Semuanya itu berada dalam jaminan kuat, yaitu Allah Yang Maha Tinggi. Allah berfirman : “Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Dia pasti menggantinya”.

Lalu Allah memberi pinjaman kepada setiap orang, ada yang berupa tanah, kebun, penggilingan, tempat pemandian untuk berobat atau manfaat tertentu. Sebab setiap orang tentu memiliki pekerjaan atau tempat yang daripadanya ia mendapatkan harta. Dan semua itu milik Allah. Di tangan manusia, harta itu adalah pinjaman. Jadi, seakan-akan barang-barang tersebut adalah jaminan yang diberikan Allah dari rizkiNya, agar orang tersebut percaya penuh kepadaNya bahwa dia berinfak, Allah pasti akan menggantinya. Tetapi mesti demikian, ternyata ia tidak mau berinfak dan membiarkan hartanya lenyap begitu saja tanpa mendapat pahala dan disyukuri. [At-Tafsir Al-Kabir, 25/263]

Selain itu, Allah menegaskan janjiNya dalam ayat ini kepada orang yang berinfak untuk menggantinya dengan rizki (lain) melalui tiga penegasan. Dalam hal ini, Ibnu Asyur berkata : “Allah menegaskan janji tersebut dengan kalimat bersyarat, dan dengan menjadikan jawaban dari kalimat bersyarat itu dalam bentuk jumlah ismiyah dan dengan mendahulukan musnad ilaih (sandaran) terhadap khabar fi’il nya yaitu dalam firmanNya : “Fahuwa Yukhlifuhu”. Dengan demikian, janji tersebut ditegaskan dengan tiga penegasan yang menunjukkan bahwa Allah benar-benar akan merealisasikan janji itu. Sekaligus menunjukkan bahwa berinfak adalah sesuatu yang dicintai Allah. [Tafsirut Tahrir wa Tanwir,22/221]

Dan sungguh janji Allah adalah sesuatu yang tegas, yakin, pasti dan tidak ada keraguan untuk diwujudkannya, walaupun tanpa adanya penegasan seperti di atas. Lalu, bagaimana halnya jika janji itu ditegaskan dengan tiga penegasan ?

[2]. Dalil Lain Adalah Firman Allah.

“Artinya : Setan menjanjikan (menakut-nahkuti) kamu dengan kemiskinan dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir) ; sedang Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya dan karunia. Dan Allah Mahaluas (karuniaNya) lagi Maha Mengetahui” [Al-Baqarah : 268]

Menafsirkan ayat mulia ini, Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhu berkata : “Dua hal dari Allah, dua hal dari setan. ‘Setan menjanjikan (menakut-nakuti) kamu dengan kemiskinan’. Setan itu berkata, ‘Jangan kamu infakkan hartamu, peganglah untukmu sendiri karena kamu membutuhkannya’. “Dan menyuruh kamu berbuat kejahatan (kikir)”.

(Dan dua hal dari Allah adalah), “Allah menjanjikan untukmu ampunan daripadaNya”, yakni atas maksiat yang kamu kerjakan, “dan karunia” berupa rizki.[2]

Al-Qadhi Ibnu Athiyah menafsirkan ayat ini berkata : “Maghfirah (ampunan Allah) adalah janji Allah bahwa Dia akan mencukupi kesalahan segenap hambaNya di dunia dan di akhirat. Sedangkan al-fadhl (karunia) adalah rizki yang luas di dunia, serta pemberian nikmat di akhirat, dengan segala apa yang telah dijanjikan Alla Ta’ala [Al-Muharrarul Wajiz, 2/329]

Imam Ibnu Qayyim Al-Jauziyah dalam menafsirkan ayat yang mulia ini berkata : “Demikianlah, peringatan setan bahwa orang yang menginfakkan hartanya, bisa mengalami kefakiran bukanlah suatu bentuk kasih sayang setan kepadanya, juga bukan suatu bentuk nasihat baik untuknya. Adapun Allah, maka ia menjanjikan kepada hambaNya ampunan dosa-dosa daripadaNya, serta karunia berupa penggantian yang lebih banyak daripada yang ia infakkan, dan ia dilipatgandakanNya baik di dunia saja atau di dunia dan di akhirat” [3]

Kedua : Dalil Syar’i Bahwa Berinfaq Di Jalan Allah Adalah Termasuk Kunci-Kunci Rizki.

[3]. Dalil Lain Adalah Hadits Riwayat Muslim.

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam memberitahukan kepadanya.

“Artinya : Allah Tabaraka wa Ta’ala berfirman, ‘Wahai anak Adam!’ berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberik rizki) kepadamu” [Shahih Muslim, Kitab Az-Zakah, Bab Al-Hatstsu ‘alan Nafaqah wa Tabsyiril Munfiq bil Khalf, no. 36 (963), 2/690-691]

Allahu Akbar ! Betapa besar jaminan orang yang berinfak di jalan Allah ! Betapa mudah dan gampang jalan mendapatkan rizki ! Seorang hamba berinfak di jalan Allah, lalu Dzat Yang DitanganNya kepemilikan segala sesuatu memberikan infak (rizki) kepadanya. Jika seorang hamba berinfak sesuai dengan kemampuanya maka Dzat Yang memiliki perbendaharaan langit dan bumi serta kerajaan segala sesuatu akan memberi infak (rizki) kepadanya sesuai dengan keagungan, kemuliaan dan kekuasanNya.

Imam An-Nawawi berkata : “Firman Allah, ‘Berinfaklah, niscaya Aku berinfak (memberi rizki) kepadamu’ adalah makna dari firman Allah dalam Al-Qur’an.

“Artinya : Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Dialah yang akan menggantinya” [Saba : 39]

Ayat ini mengandung anjuran untuk berinfak dalam berbagai bentuk kebaikan, serta berita gembira bahwa semua itu akan diganti atas karunia Allah Ta’ala. [Syarh An-Nawawi 7/79]

[4]. Dalil Lain Bahwa Berinfak Di Jalan Allah Adalah Diantara Kunci-Kunci Rizki.

Apa yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Tidaklah para hamba berada di pagi hari kecuali di dalamnya terdapat dua malaikat yang turun. Salah satunya berdo’a, ‘Ya Allah, berikanlah kepada orang yang berinfak ganti (dari apa yang ia infakkan)’. Sedang yang lain berkata, ‘Ya Allah, berikanlah kepada orang yang menahan (hartanya) kebinasaan (hartanya)” [Shahihul Bukhari, Kitab Az-Zakah, Bab Firman Allah Tentang Do’a : Ya Allah, berikanlah ganti kepada orang yang menginfakkan hartanya’ no. 1442, 3/304]

Dalam hadits yang mulia ini, Nabi yang mulia Shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan bahwa terdapat malaikat yang berdo’a setiap hari kepada orang yang berinfak agar diberikan ganti oleh Allah. Maksudnya –sebagaimana yang dikatakan oleh Al-Mulla Ali Al-Qari- adalah ganti yang besar. Yakni ganti yang baik, atau ganti di dunia dan ganti di akhirat. Hal itu berdasarkan firman Allah.

“Artinya : Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan maka Dialah yang akan menggantinya. Dan Dia-lah sebaik-baik Pemberi rezki” [Saba : 39] [4]

Dan diketahui secara umum bahwa do’a malaikat adalah dikabulkan (Lihat Umdatul Qari, 8/307), sebab tidaklah mereka mendo’akan bagi seorang melainkan dengan izinNya. Allah berfirman.

“Artinya : Dan mereka tiada memberi syafa’at melainkan kepada orang yang diridhai Allah, dan mereka itu selalu berhati-hati karena takut kepadaNya” [Al-Anbiya : 28]

[5]. Dalil Lain Adalah Apa Yang Diriwayatkan Oleh Imam Al-Baihaqi

Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Berinfaklah wahai Bilal ! Jangan takut dipersedikit (hartamu) oleh Dzat Yang memiliki Arsy” [5]

Aduhai, alangkah kuat jaminan dan karunia Allah bagi orang yang berinfak di jalanNya ! Apakah Dzat Yang memiliki Arsy akan menghinakan orang yang berinfak di jalanNya, sehingga ia mati karena miskin dan tak punya apa-apa ? Demi Allah, tidak akan demikian!

Al-Mulla Ali Al-Qari menjelaskan kata “Iqlaalaa” dalam hadits tersebut berkata, ‘Maksudnya, dijadikan miskin dan tidak punya apa-apa’, Artinya. ‘Apakah engkau takut akan disia-siakan oleh Dzat Yang mengatur segala urusan dari langit ke bumi ?’. Dengan kata lain, ‘Apakah kamu takut untuk digagalkan cita-citamu dan disedikitkan rzikimu oleh Dzat Yang rahmatNya meliputi penduduk langit dan bumi, orang-orang mukmin dan orang-orang kafir, burung-burung dan binatang melata?” [Murqatul Mafataih, 4/389]

[6]. Berapa Banyak Bukti-Bukti Dalam Kitab-Kitab Sunnah (Hadits), Sirah (Perjalanan Hidup), Tarajum (Biografi) Tarikh (Sejarah), Bahkan Hingga Dalam Kenyataan-Kenyataan Yang Kita Alami Saat Ini Yang Menunjukkan Bahwa Allah Mengganti Rizki HambaNya Yang Berinfak Di Jalan Allah.

Berikut ini kami ringkaskan satu bukti dalam masalah ini. Imam Muslim meriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

“Artinya : Ketika seorang laki-laki berada di suatu tanah lapang dari bumi ini, tiba-tiba ia mendengar suara dari awan, ‘Siramilah kebun si fulan!’. Maka awan itu bergerak menjauh dan menuangkan airnya di areal tanah yang penuh dengan batu-batu hitam. Di sana ada aliran air yang menampung air tersebut. Lalu orang itu mengikuti ke mana air itu mengalir. Tiba-tiba dia (melihat) seorang laki-laki yang berdiri di kebunnya. Ia mendorong air tersebut dengan sekopnya (ke dalam kebunnya). Kemudian ia bertanya, ‘Wahai hamba Allah!, siapa namamu ?’ Ia menjawab, ‘Fulan’, yakni nama yang didengar di awan. Ia balik bertanya, ‘Wahai hamba Allah!, kenapa engkau menanyakan namaku ?’ Ia menjawab, ‘Sesungguhnya aku mendengar suara di awan yang menurunkan air ini. Suara itu berkata, ‘Siramilah kebun si fulan!. Dan itu adalah namamu. Apa sesungguhnya yang engkau lakukan ? Ia menjawab, Jika itu yang engkau tanyakan, maka sesungguhnya aku memperhitungkan hasil yang didapat dari kebun ini, lalu aku bersedekah dengan sepertiganya, dan aku makan beserta keluargaku sepertiganya lagi, kemudian aku kembalikan (untuk menanam lagi) sepertiganya” [Shahih Muslim, Kitab Az-Zuhd wa Raqaiq, Bab Ash-Shadaqah alal Masakin, no. 45 (2984), 4/2288]

Dalam riwayat lain disebutkan.

“Artinya : Dan aku jadikan sepertiganya untuk orang-orang miskin dan peminta-minta serta ibnu sabil (orang-orang yang dalam perjalanan)” [Op. cit, 4/2288]

Imam An-Nawawi berkata : “Hadits itu menjelaskan tentang keutamaan bersedekah dan berbuat baik kepada orang-orang miskin dan orang-orang yang dalam perjalanan. Juga keutamaan seseorang yang makan dari hasil kerjanya sendiri, termasuk keutamaan memberi nafkah kepada keluarga” [Op. cit. 18/115]

[Disalin dari buku Mafatiihur Rizq fi Dhau’il Kitab was Sunnah, edisi Indonesia Kunci-Kunci Rizki Menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah hal 72-74, Penerjemah Ainul Haris Arifin, Lc. Darul Haq]
_________
Foote Note.
[1]. Tafsir Ibnu Katsir 3/595. Lihat pula, Tafsirut Tahrir wa Tanwir, di mana di dalamnya disebutkan, ‘Secara lahiriah, ayat ini menunjukkan adanya penggantian rizki, baik di dunia maupun di akhirat’ (22/221).
[2]. Tafsir Ath-Thabari no. atsar 6168, 5/571. Lihat pula, At-tafsirul Kabir, 7/65, Tafsirul Khazin, 1/290. Di mana disebutkan di dalamnya :”Ampunan (yang diberikan) merupakan isyarat terhadap manfaat-manfaat akhirat dan karunia adalah isyarat terhadap manfaat-manfaat dunia berupa rizki dan diganti”
[3]. At-Tafsirul Qayyim, hal.168, Lihat pula, Fathul Qadir oleh Asy-Syaukani 1/438 dimana dia berkata : “Fadhl (karunia) itu adalah bahwa Allah akan mengganti kepada mereka dengan sesuatu yang lebih utama dari apa yang mereka infakkan. Maka Allah meluaskan rizkinya dan memberinya nikmat di akhirat dengan sesuatu yang lebih utama lebih banyak, lebih agung dan lebih indah.
[4]. Murqatul Mafatih 4/366. Sayyid Muhammad Rasyid Ridha berkata : “Makna do’a ini menurut saya adalah bahwa diantara sunnah-sunnah Allah adalah Dia memberikan ganti kepada orang yang berinfak dengan memudahkan sebab-sebab rizki baginya. Lalu Ia ditinggikan derajatnya di dalam hati manusia. Sebaliknya orang yang bakhil (kikir) diharamkan dari yang demikian” [Tafsirul Manar, 4/74]
[5]. Diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman (Lihat Misykatul Mashabih, Kitab Az-Zakah, Bab Al-Infaq wa Karahiyatul Imsak, no. 1885, dengan diringkas 1/590-591) Syaikh Al-Albani berkata, ‘Hadits ini shahih karena jalur-jalurnya’ (Hamisy Misyakatil Mashabih 1/591) Lihat pula, Majma’uz Zawa’id wa Manba’ul Fawa’id, 3/126, kasyful Khafa wa Maziliul Ilbas 1/243-244, Tanqihur Ruwat fi Takhriji Ahaditsil Misykat, Syaikh Ahmad Hasan Ad-Dakhlawi, 2/19